Manfaat Cacing Tanah yang luar biasa bagi kesehatan
Manfaat Cacing Tanah yang luar
biasa bagi kesehatan
zaman mesir kerajaan
cleoptara dahulu menganggap cacing tanah sebagai makhluk suci. Berbeda di
Yunani, cacing tanah disebut oleh Socrates sebagai ususnya tanah. Sedangkan di
Indonesia sendiri khususnya di tanah merah Madura, masyarakat sering memburu
hewan ini untuk di olah menjadi ramuan obat.
Cacing tanah
telah lama dimanfaatkan sebagai suatu bentuk gizi. Sun et al (1997), menemukan
bahwa cacing tanah mengandung 78-79 gram per liter amino, serta mengandung
konsentrasi tinggi vitamin dan mineral penting, seperti zat besi dan kalsium.
Selanjutnya Paoletto et al (2003), menyelidiki diet Amerindian Amazonas di
Venezuela. Mereka menemukan bahwa orang-orang tersebut menggunakan dedaunan dan
invertebrata pemakan sampah, sebagai sumber utama protein, lemak, dan vitamin
esensial.
Jenis-jenis cacing tanah
Species cacing tanah sangat beragam, berikut ini jenis
cacing tanah yang umumnya banyak dimanfaatkan oleh manusia.
- jenis Eisenia Feitida.
- jenis Lumbricus Rubellus.
- jenis Perionyx
- jenis Lumbricus Hortensis
- jenis Lumbricus Teristris.
- jenis Esenia Andrei.
- jenis Eudrilus Engeniae.
Dan masih banyak lagi jeni-jeniss lainya. Namun dari
berbagai jenis tersebut, yang sering digunakan untuk dijadikan sebagai obat
tradisional adalah jenis rubellus atau dikenal sebagai cacing eropa,dan jenis
pheretima aspergillum.
Kandungan
Cacing tanah
Cacing tanah memiliki
kandungan protein yang sangat tinggi. Selain itu cacing tanah juga mengandung
asam amino dengan kadar yang cukup tinggi. Cacing tanah jenis rubellus yang
biasa dijadikan obat memiliki kadar protein sekitar 76%. Kadar tersebut lebih
tinggi daripada kadar protein pada daging mamalia seperi sapi yang sekitar 65%,
dan dibandingkan protein ikan sebanyak 50%.
Protein dalam
cacing tanah
Protein yang di miliki
cacing tanah berbeda dengan manusia dalam urusan fungsi perlindungan tubuh dari
mikrobakteria. System kekebalan tubuh kita sering disebut antibiotic namun pada
cacing tanah ini disebut antimikroba. Apa perbedaanya? Mekanisme antimikroba
cacing tanah mampu untuk membunuh mikroba tersebut tanpa merusak jaringan
tubuh.
Sistem kekebalan tubuh
cacing tanah membuat sitoplasma sel bakteri terkapar dengan kondisi luar dan
mengganggu system internal sel bakteri tersebut dan menyebabkan kematian
bakteri dari dalam. Sedangkan system kekebalan tubuh kita perlu merusak
jaringan tubuh untuk membunuh mikroorganisme bakteri tertentu. Oleh sebab itu
jika di bandingkan, sejatinya system kekebalan tubuh cacing tanah lebih
“canggih” daripada antibiotic yang ditemukan sampai sejauh ini.
Manfaat cacing tanah bagi kesehatan tubuh manusia
Berikut manfaat cacing tanah yang baik untuk tubuh
kita.
- Efek antitumor Dari cacing tanah telah diteliti secara in vitro dan in vivo. Hal ini telah terbukti bahwa EFE (enzim fibrinolitik cacing tanah) yang terisolasi dari E. fotida menunjukan aktivitas antitumor melawan sel hepatoma manusia. Hepatocellular carcinoma (HCC) merupakan kanker kelima yang paling umum dan penyebab utama ketiga terhadap kematian oleh kanker di seluruh dunia. Tampaknya, EFE menginduksi sel-sel apoptosis pada sel-sel ini.
- Penyembuhan tifus. Tifus di akibatkan dari pertumbuhan bakteri salmonella dalam organ pencernaan kita. Dengan mengkonsumsi cacing tanah ternyata mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Cara mengkonsumsinya bisa di rebus dahulu lalu di buat bubuk cacing tanah yang nantinya di minum bersama madu. Cara pengobatan tersebut di afirmasi oleh ahli farmakologi.
- Antipiretik dan antioksidan.Antipiretik juga telah terdeteksi pada cacing spesies Lumbricus dan Perichaeta, serta dalam mineral cacing tanah lampito mauritii. Aktivitas ini mirip seperti apa yang diperoleh aspirin. Mineral daro L. mauritii juga menunjukkan tindakan antipiretik dan antioksidan yang luar biasa dalam pengobatan ulkus peptikum pada tikus.Perlindungan tubuh manusia terhadap redikal bebas sangatlah penting, karena hal itu terhubung dengan kemajuan pertahanan untuk banyak penyakit kronis. Antioksidan non-enzimatik, seperti glutathione, vitamin C dan E, Tocopherol dan Ceruloplasmin, melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
- Obat Diare. Diare adalah penyakit yang cukup lazim di alami setiap orang. Cacing tanah salah satu obat tradisional bisa menyembuhkan penyakit ini. Sifat cacing tanah menjadi antibakteri bagi bakteri E.Coli dan shigella yang menjadi penyebab diare.
- Enzim fibrinolitik yang ampuh dan aman, telah dimurnikan dan dipelajari dari beberapa spesies cacing tanah, termasuk Lumbricus rubellas dan Eisenia fetida. Efek terapi dan pencegahan terhadap penyakit yang berhubungan dengan trombosis telah dikonfirmasi secara klinis. Potensi penggunaan enzim fibrinolitik dalam pencegahan dan pengobatan penyakit jantung dan cerebro-vascular serius telah menarik perhatian bidang kedokteran dan farmakologi.
- Melancarkan Sirkulasi darah.Enzim yang dimiliki cacing tanah mampu untuk menghancurkan lemak jahat di system sirkulasi darah kita. Sehingga system peredaran darah kita akan menjadi lebih lancar.Cacing tanah juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan srtoke.
- Melancarkan Pencernaan. Cacing tanah mengandung banyak protein yang membantu proses aktivitas biologis tubuh. Kandungan enzim, seluosa, dan katalisator yang di butuhkan tubuh untuk proses metabolism banyak terdapat di dalam tubuh cacing tanah. Secara tidak langsung, cacing tanah mampu membantu melancarkan system pencernaan.
- Antipiretik. Ekstrak cacing tanah mengandung nitrogen dengan sifat basa. Kandungan tersebut dapat membantu mengurangi demam tinggi pada penyakit seperti tifus. Bahkan, riset IPB menunjukkan bahwa dengan menggunakan cacing tanah lebih efektif untuk mengurangi demam daripada menggunakan bahan kimia seperti parasetamol yang ada efek sampingnya.
- Menenangkan syaraf. Pheretima yang terdapat dalam cacing tanah mempengaruhi system saraf manusia. Efeknya, kita akan merasa tenang, rasa sakit berkurang, dan kejang-kejang bisa dihentikan. Sehingga baik untuk dikonsumsi.
- Meningkatkan energy. Cacing tanah mengandung taurin yang mampu meningkatkan proses metabolisme lemak yang kemudian di ubah menjadi ATP atau energy. Efek tersebut berlaku bagi siapa saja termasuk bagi wanita yang sedang menjalani program diet.
- Penyembuh luka.Banyak ilmuwan dan kelompok medis telah mencari cara untuk meningkatkan perawatan luka dan membantu peyembuhan luka. Penyembuhan luka pada kulit adalah proses yang kompleks, ditandai dengan epitelisasi (pertumbuhan sel-sel kulit muda yang menutup luka).
Mineral yang diperoleh dari cacing spesies L. mauritii dapat
beraksi menjadi antiinflamasi, antioksidan, dan aktivitas hepatoprotektif. Karena
itu, cacing ini dapat dalam pengobatan luka.
Demikian artikel saya,semoga dapat membantu anda dalam mengatasi masalah-masalah penyakit dalam tubuh anda dengan mengkonsumsi cacing.Semoga lekas sembuh!


Komentar
Posting Komentar