Manfaat Jengkol Bagi Kesehatan Tubuh Dan Efek Sampingnya
Manfaat Jengkol Bagi Kesehatan
Tubuh Dan Efek Sampingnya
Jengkol dengan nama
lain (Archidendron pauciflorum) merupakan tanaman polong-polongan yang
bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah
jengkol berkulit tipis dengan warna coklat mengkilap. Jengkol dapat menimbulkan
bau tidak sedap pada urin, setelah diolah dan diproses oleh pencernaan,
terutama bila dimakan sebagai lalap. Jengkol pada umumnya dikenal
sebagai dogfruit, ngapi nut, adalah spesies dalam keluarga kacang yang berasal
dari Asia Tenggara. Meskipun memiliki bau yang tidak sedap dan khas, jengkol
sangat populer dimasak bersama sambal, rendang atau kari, dan terutama sebagai
semur kecap manis di Indonesia.
Manfaat jengkol belum begitu
populer dimata masyarakat umum, sangat sayang, padahal sayuran ini cukup ampuh
untuk menjaga kesehatan tubuh. Pohon
jengkol dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 10-26 meter. Selain sebagai
salah satu menu makanan, nutrisi yang terkandung dalam jengkol juga bermanfaat
bagi kesehatan.
Berikut ini beberapa manfaat
jengkol untuk kesehatan :
1).Dapat
menstabilkan organ-organ penting dalam tubuh
Organ-organ penting dalam tubuh akan berfungsi
dengan baik dan stabil bila tubuh terpenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin
B6. Berbeda situasinya jika tubuh kekurangan asam folat dan vitamin B6. Tak
heran jika ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan
asam folat demi perkembangan janinnya. Salah satu contoh makanan yang kaya akan
asam folat adalah jengkol. Namun sekali perlu diingat bahwa konsumsilah jengkol
secukupnya saja. Jangan terlalu berlebihan karena konsumsi jengkol yang
berlebihan akan kurang baik efeknya untuk organ ginjal.
2).Membantu
Mengatasi Penyakit Jantung
Jengkol adalah makanan diuretik (melancarkan
pembuangan urin) yang sangat baik bagi penderita penyakit jantung.
3).Mengatasi
penyakit jantung koroner
Jengkol merupakan bahan makanan yang bersifat
diuretic (pembuangan urine menjadi lancar).
Pembuangan urine yang lancar sangat baik untuk para penderita penyakit
jantung.
4).Mencegah
Penyempitan Pembuluh Darah
Pasien dengan penyakit jantung mengalami
penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah ke jantung menjadi halus.
Kandungan mineral dalam jengkol dapat melebarkan pembuluh darah yang mengkerut
dan mencegah penyempitan pembuluh darah kembali.
5).Pembentukan
Jaringan Tubuh
Kandungan protein yang tinggi pada jengkol
dapat membantu pembentukan jaringan dalam tubuh. kandungan protein pada jengkol
ternyata jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan protein pada
kacang hijau dan kacang keledai.
6).Membantu
Menangkal Radikal Bebas
Jengkol mengandung vitamin A dan vitamin C yang
bertindak sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas penyebab
kanker.
7).Dapat
Mencegah diabetes
Hebatnya lagi, jengkol dapat mencegah timbulnya
penyakit diabetes. Mengapa? Di dalam buah jengkol terdapat zat yang tidak
ditemukan pada bahan-bahan makanan lainnya. Zat tersebut dinamakan zat asam
jengkolat. Asam jengkolat ini berupa kristal-kristal yang tidak larut oleh air.
Karena sifat diuretic inilah jengkol sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi
oleh anda para penderita gangguan ginjal. Dikhawatirkan ginjal tidak akan mampu
menyaring asam jengkolat pada buah jengkol. Akibat ginjal tidak mampu menyaring
asam jengkolat adalah sulit berhentinya buang air kecil (anyang-anyangan).
8).Membantu
Mencegah Anemia
Jengkol juga kaya akan zat besi yang sangat
penting untuk mencegah dan mengatasi kekurangan produksi sel darah merah dalam
tubuh. Jika tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah berkurang.
Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh semua sel dalam
tubuh juga akan menurun. Kurangnya pasokan oksigen dan nutrisi pada sel-sel
akan mengurangi kinerja sel dan dapat menyebabkan penyakit anemia.
9).Mencegah
Tulang Keropos dan Memperkuat tulang dan gigi
Selain zat besi dan protein, kandungan zat lain
yang ada di dalam jengkol adalah kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat
yang sangat dibutuhkan oleh tulang. Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang
keropos (osteoporosis). Jadi, sering mengkonsumsi jengkol dengan porsi yang
cukup dapat membuat tulang pada tubuh anda menjadi lebih kuat.
10).Membantu
Mencegah Osteoporosis
Selain zat besi dan protein, jengkol juga
mengandung kalsium dan fosfor yang dapat mencegah tulang keropos
(osteoporosis). Jadi, sering memakan jengkol dengan porsi yang cukup dapat
membuat tulang dalam tubuh Anda menjadi lebih kuat.
11).Dapat
Mencegah Diabetes
Jegngkol mengandung zat asam jengkolat dalam
bentuk kristal yang tidak larut dalam air yang dapat mencegah timbulnya
diabetes.
12).Untuk
Mengatasi Sembelit
Kandungan serat dalam jengkol dapat mengatasi
masalah sembelit, memberikan bantuan pencernaan dan buang air besar.
Jengkol juga baik untuk ibu yang sedang hamil
a).Membantu pertumbuhan tulang dan gigi
pada janin yang masih dalam kandungan
Jengkol juga
bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih dalam
kandungan. Pertumbuhan tulang dan gigi dapat berjalan optimal berkat kandungan
kalsium dan fosfor yang tinggi pada buah jengkol.
b).Mencegah kecacatan pada bayi
Kandungan
asam folat pada jengkol juga dapat mencegah kecacatan bawaan pada bayi
c).Mengatasi sembelit pada ibu hamil
Ibu hamil
biasanya sering mengalami sembelit. Kandungan serat pada jengkol dapat mengatasi
masalah sembelit. Dengan kata lain, serat pada jengkol membantu melancarkan
pencernaan dan buang air besar. Namun tetap jangan terlalu banyak mengkonsumsi
jengkol ya. Konsumsilah jengkol sesuai dengan jumlah yang dianjurkan.
d).Dapat Membantu kesehatan Janin
Jengkol juga
bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih dalam
kandungan. Manfaat jengkol untuk ibu hamil. Pertumbuhan tulang dan gigi dapat
berjalan optimal
karena
kalsium dan fosfor yang terkandung dalam jengkol. Disamping itu, jengkol juga
mengandung asam folat yang dapat membantu fungsi organ vital dalam tubuh.
Efek Samping Mengkonsumsi Jengkol Berlebihan
1). Mengkonsumsi jengkol secara
berlebihan dapat menyebabkan efek toksik ke jantung, ginjal, hati dan pancreas.
2). Biji jengkol sedikit beracun karena
adanya kandungan asam jengkol, sebuah asam amino yang dapat menyebabkan
djenkolism (keracunan biji jengkol). Gejala yang muncul antara lain terjadinya
kejang otot, pirai, retensi urin, dan gagal ginjal akut. Kondisi tersebut
terutama dialami pria.
3). Memakan jengkol dalam jumlah
sedikit menciptakan masalah penampilan, karena menghasilkan bau mulut,
keringat, feses, dan urin. Sebenarnya bau ini bisa diatasi dengan membersihkan
diri dengan peralatan kebersihan yang mengandung pengharum, seperti pasta gigi,
cairan kumur, sabun, dan deodoran. Bau pada waktu kencing dapat dikurangi
apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang
cukup atau bila perlu dibilas dengan cairan pembersih.
4). Selain bau, jengkol dapat
mengganggu kesehatan seseorang karena mengkonsumsi jengkol berlebihan dapat
menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluranurin, yang disebut
“jengkolan”. Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi
dan sukar larut di air pada pH yang asam. Risiko terkena jengkolan ini
bervariasi pada setiap orang dan dipengaruhi secara genetik oleh lingkungan.
Kontraindikasi
Jengkol
Tapi ingat ya bagi
anda penderita gangguan organ ginjal, sebaiknya tidak mengkonsumsi jengkol karena
akan semakin memperburuk kondisi organ ginjal anda. Mengkonsumsi jengkol pun
perlu dibatasi, yaitu hanya 3 hingga 10 gram saja per hari. Porsi ini adalah
takaran yang pas untuk anda yang ingin tetap sehat meski mengkonsumsi jengkol
setiap hari.
Inilah ulasan artikel
saya yang mengenai tentang manfaat jengkol yang sebenarnya untuk kesehatan dan
baik untuk ibu yang sedang hamil.Semoga artikel ini menjadi solusi anda dalam
pengobatan secara alami.Meskipun baunya yang menyengat tetapi jengkol sangat
baik untuk kesehatan tubuh kita.Selamat menikmati !




Komentar
Posting Komentar